22 September 2008

hehehe.....JHONI

JHONI

Ada sebuah kisah

tentang seorang pemuda bernama Jhoni, yang hidupnya penuh dengan tiba-tiba. Dia bersekolah

di sebuah SMA yang sangat terkenal di kotanya. Dia anak yang sangat bandel di sekolah, hampir setiap hari dia dimarahi oleh gurunya. Suatu hari ada sebuah peristiwa yang menjungkir

balikan kehidupannya. Langsung saja hari itu hari Sabtu, seperti biasa dia ber

angkat sekolah naik motornya Jupiter Z warna biru.

“Ma, Jhoni berangkat dulu ya.”

“iya Nak hati – hati di jalan ya”

Motornya pun melaju dengan kencang bagai kuda hitam yang berlari. Lalu tiba-tiba.

“doooor……”

“Sial ban bocor bisa telat nih, nanti bisa dimarahi DJ Uma nih, gawat..............gawat......................”

Dengan sekuat tenaga Jhoni pun mendorong motornya cari tambal ban, akhirnya ketemu juga.

“Akhirnya ketemu juga, masak tambal ban 1 km gitu sih.”

“Bang, tambal bang yang depan ya.”

“Siap Mas”

Akhirnya motornya selesai dengan membayar 5000 rupiah kepada abang tambal ban. Tapi jam udah nunjukin pukul 07.10, Jhoni langsung tancap gas sekencang- kencaangnya,tapi tiba-tiba lagi.

“Priiiiiiiiiiitttttttttttt…………”, suara peluit panjang terdengar dari ujung jalan.

“Mas minggir dulu Mas!”,”selamat pagi, anda telah melanggar lampu merah Mas, tolong perlihatkan sim dan stnk.”

“Waduh pak maaf, saya keburu-buru nih pak.”

“Mas ini tandatangani dulu surat tilangnya!”

“Pak, damai aja ya pak saya dah telat nih.”

“ya udah Mas mau damai berapa?”

“20 ribu deh Pak.”

“ya udah sana.”

“Makasih Pak.”

Waktu udah nunjukin pukul setengah delapan Jhoni pun segera berlari masuk ke sekolahnya karena terpaksa parkir di “TIC”,tiba-tiba lagi.

“Mas terlambat ya?”, suara bapak-bapak terdengar dari pos satpam. Ternyata itu adalah Pak DJ Uma.

“I…i…iya pak.”, jawab Jhoni sambil gemetaran.

“Kamu keruangan saya dulu ngambil surat buat masuk!”

“Makasih Pak”

Jhoni pun segera bergegas menuju ruang pak DJ, lalu langsung menuju ke kelasnya yang berada di kelas 10-7, ternyata dan untungnya di kelas gak ada pelajaran jadi Jhoni bias lebih bersantai. Sesampainyaa di kelas dia ditertawakan karena datang siang. Hari sekolah pun dia lewati seperti biasa. Jam sudah nunjukin pukul setengah dua, waktunya Jhoni buwat berduaan ma ceweknya yang namanya Putri, anaknya sih cantik, imut, baek tapi sayangnya agak judes klo ma Jhoni.

“Sayang……yang…..kok cemberut sih?”

“..........hhhhhhhhhmmmmmmmmmmm….. ga pa-pa kok”

“Tapi kok wajahnya ga enak gitu?”

“mmmmm…..jujur ya aku thu lagi sebel ma kamu, kamu thu malu-maluin aja masak klo berangkat sekolah telat melulu, trus aku masak ga pernah di perhatiin dah ga pernah maen ke rumah, trus sukanya telepon, telponnya aja mesti waktu aku belajar, kapan sih kamu bisa ngertiin aku? kamu sebenernya maunya apaan sih?”

“ya dah deh aku minta maaf,aku kan lagi sibuk tugasku kan banyak banget.”

“emang aku ga banyak tugas apa?!emang aku ga sibuk?! Udah deh aku dah capek, percuma kita pacaran terus tapi kamu ga pernah bisa ngertiin aku, KITA PUTUS AJA!!!!!!”

KITA PUTUS AJA, adalah kata-kata terakhir yang di dengar Jhoni sebelum dia bisa membela, tapi Putri pergi meninggalkannya. Jhoni sangat ter pukul hari ini dia sial banget, dia pulang dengan kecepatan 15 km/jam saking terpukulnya. Waktu terus berjalan, jam pun menunjukan pukul tujuh malam, karena dia dah ga punya orang yang bisa diapeli dia pun pergi dengan temen-temennya yaitu Reza, Surya, Adit, dan Rachmat nongkrong di mal ternama di kotanya.

“Duh hari ni gue lagi sial banget nih.”, keluh Jhoni.

“Emang napa Jhon?kok bisa sial banget.”, Tanya Adit.

“Masak ga tau tho dia kan tadi berangkat telat, trus ketangkep ma pak DJ.”, jawab Surya.

“Ga cuma itu tadi gue juga diputusin ma Putri.”, tambah Jhoni dengan muka sedih

“Ga usah sedih githu to man, kita kesini buat seneng-senengkan?”, hibur Reza sambil merangkul pundak Jhoni.

“Wah lu enak hubunganmu ma Icha kan ga da masalah.”, kata Jhoni.

“Oh ya tumben Rez lu ga ngapel ke rumahnya Icha?”, Tanya Rachmat.

“Dia lagi pergi ke luar kota ma keluarganya.”, jawab Reza.

Waktu pun terus berlalu hari sudah mulai larut mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Sewaktu perjalan pulang Jhoni dikejutkan oleh suara yang mengagetkan.

“Dooooooooooorrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!!!!”

“apaan tuh?”

Dia mengira itu suara ban motornya yang bocor lagi dia pun turun dari motornya.

“lho ga bocor!”, Tanya Jhoni bingung.

Tapi tiba-tiba petir yang begitu dahsyat menyambar tubuh Jhoni. Dua hari kemudian dia pun bangun di Rumah Sakit dr. Karyadi tanpa luka sedikit pun.

“lho aku lagi di mana nih?”, Jhoni masih bingung karena pandangannya mash kabur.

“kamu ada di rumah sakit Jhon.”, jawab seseorang dari sudut ruangan.

Ternyata itu Putri, dia nungguin Jhoni sejak dari kesamber petir. Putri ternyata masih sayang ma Jhoni. Satu hari kemudian Jhoni udah keluar dari rumah sakit, tapi ada sesuatu yang aneh terjadi di tubuhnya. Dia bisa membaca pikiran orang lain jika dia berkonsenterasi terhadap orang tersebut. Kemudian secara tidak sengaja waktu Jhoni lagi ngumpulin tugas ke ruang guru, dia melihat seorang pemuda sedang berbincang-bincang dengan Pak Djon, otomatis dia berkonsterasi terhadap orang tersebut tanpa sengaja ia membaca pikirannya. Ternyata orang tersebut ingin mencelakakan Pak Djon dengan cara mengundang Pak Djon ke suatu tempat lalu Pak Djon akan dicelakai. Setelah bel sekolah berdentang secara terburu-buru Jhoni langsung meninggalkan kelas, hal tersebut membuat Surya, Adit, Reza, dan Rachmat jadi curiga mereka pun langsung mengikuti Jhoni dari belakang, ternyata Jhoni pun lagi mengikuti Pak Djon karena takut tindakan penjahat yang ingin mencelakai Pak Djon benar-benar terjadi. Benar, ternyata penjahat tersebut benar-benar mencelakai Pak Djon dengan menusuknya dengan pisau dari belakang, tapi tindakan tersebut gagal karena berhasil dihalau oleh Jhoni.

“hhheeeeeaaaaattttttttttttt!!!!!!!!!!!!!!!!”, dengan tendangan maut Jhoni menjatuhkan sang penjahat tapi ternyata ada lima penjahat di tempat tersebut.

“anak kecil berani mati!!”, kata salah satu penjahat.

“maju klo berani gue ga takut!!”, kata Jhoni.

“hheeeeeeeeeaaaaaaaaa!!!!!!!!!!”

“wwwwaaaaaaaaatttccccccaaaaaaauuuuuuuuu!!!!”

“hhhhheeeeeeeeeiiiittt!!!!!”

“JURUS NAGA MAKAN GORENGAN hhheeeeeeeeeaaaaaaaaatttttttttttttt!!!!!!!!!!!”

“uuuuuuwwwwwwwwwwaaaaaaaaaaaaa!!”

Satu musuh udah jatuh jadi masih da sisa empat orang,tapi tenaga Jhoni udah terkuras setelah mengeluarkan jurus pamungkasnya. Secara brutal empat musuh langsung menyerang Jhoni secara membabi buta, tapi tiba-tiba penyerangan pun berhenti setelah Jhoni membuka mata ternyata empat orang tersebut udah diberesin ma temen-temennya yang tadi mengikuti Jhoni.

“lho, kalian kok tau gue da di sini?”, Tanya Jhoni.

“he…..he….tadi kita buntuti kamu ma Pak Djon”, jawab Surya.

“makasih ya…”, kata Jhoni.

Setelah itu para penjahat tersebut diringkus oleh polisi yang dipanggil Rachmat. Pak Djon selamat tapi pingsan karena sempat dapat pukulan dari penjahat tersebut. Alasan para penjahat tersebut ingin mencelakai Pak Djon, karena satu tahun yang lalu karena mereka tidak lulus.

Kembali ke hari-hari biasa, waktu upacara sampai pada bagian “amanat pembina upacara”, Pak Djon tiba-tiba ingin memberi panghargaan kepada siswa yang berbakti ma sekolahan, lalu beliau menyebut nama Jhoni agar ke depan untuk menerima penghargaan beliau menceritakan kejadian yang telah dialaminya tersebut kepada semua peserta upacara, semuanya pun langsung tepuk tangan dan menerikan nama Jhoni. Sejak hari itu Jhoni jadi anak yang disayangi oleh para guru, sifat bandel Jhoni pun berangsur-angsur menghilang begitu juga kemampuannya untuk membaca pikiran orang lain karena dia sudah jarang sekali menggunakannya, dia pun bersyukur telah mendapatkan kemampuan tersebut walaupun sekarang sudah menghilang, dan hubungannya dengan Putri pun berlanjut kembali tanpa kendala apapun. Kehidupan Jhoni sekarang sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya, enam tahun kemudian Jhoni menikah dengan Putri mereka pun hidup bahagia dengan dikaruniai dua buah hati.

SEKIAN





hehehehe............iseng.........




1 komentar:

Dyah Diwasasri mengatakan...

wohooo. itu cerpen apa kisah nyata mbul ?
dahsyaaaatt